Welcome To Ran_Edogawa@tkjzone.com

September 09, 2008

Aspek-Aspek Keamanan Komputer

Aspek keamanan komputer adalah bentuk pertimbangan yang menyatakan sebuah komputer bisa dinyatakan aman. Begitu pentingnya aspek keamanan dalam teknologi informasi sehingga beberapa perusahaan pengembang software menjadikan keamanan sebagai prioritas bisnisnya. Software yang aman menjadi nilai jual tersendiri bagi perusahaan pengembang dan menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan penggguna yang mengutamakan stabilitas sistem dan kerahasiaan datanya.

Salah satu alasan utama sebuah sistem teknologi informasi mudah terserang virus atau worm adalah karena banyaknya komputer yang terhubung internet. Pertukaran data melalui e-mail, instant messaging service, dan berbagai macam cara modern lainnya kini telah menjadi kebutuhan. Namun, terkadang perusahaan atau pengguna tidak menyadari betapa hal ini membuat sistem TI menjadi rentan terhadap serangan virus atau worm. Isu keamanan pada awalnya timbul ketika para ahli ingin bertukar informasi dan menyebarkan ilmu yang dimilikinya. Mereka kemudian menghubungkan sistem komputer secara global dan membiarkan setiap orang bebas untuk mengaksesnya. (open concept).

Sudah saaatnya para penggguna komputer mulai berpikir untuk memproteksi komputer mereka dan tidak lagi membiarkan semua orang bisa mengakses. Hanya orang-orang kepercayaan dan yang memiliki otorisasi saja yang bisa mengaksesnya, dan kemudian menjadi isu global dalam industri TI. Para pakar software mengamati semua perubahan yang terjadi dan kini telah mendesain program baru untuk masalah yang ada . Misalnya sistem operasi komputer kini telah mengubah seting pengaturan standarnya dari bebas akses bagi siapa pun menjadi terbatas hanya bisa diakses olweh mereka yang diberi otorisasi. Selanjutnya, setiap software versi baru wajib melewati uji coba dan pengkajian ulang serta audit sistem keamanan yang sangat ketat sebelum didistribusikan. Walau mungkin tidak ada software yang sempurna, namun sistem yang sangat ketat dapat memastikan dan mengurangi kemungkinan buruk yang bisa terjadi setelah software tersebut didistribusikan.

Tindakan tersebut sangat penting karena para spyware akan melancarkan “serangan” bagitu mengetahui ada perusahaan pengembang software yang menciptakan program baru. Begitu hebatnya para programmer malware tersebut sehingga mereka kini hanya membutuhkan sekitar sembilan hari saja untuk memanfaatkan celah kekurangan yang ada. Hal ini “dijawab” kembali oleh pengembaang software dengan mengeluarkan software yang lebih canggih dan resistant terhadap virus atau worm itu. Siklus kejahatan cyber ini berlangsung terus-menerus. Artinya, software dengan sistem keamanan tercanggih pun seringkali belum mencukupi. Agar sistem informasi serta data yang kita miliki dapat lebih terjaga keamanannya, setiap perusahaan harus memperhatikan tiga aspek penting, yaitu teknologi, manusia, dan proses, atau dikenal sebagai segitiga pengaman atau The Security Triangle.

Aspek selanjutnya adalah manusia, yang tidak kalah pentingnya dalam keamanan sistem teknologi informasi. Bahkan, aspek ini dapat merupakan yang paling berharga yang dimiliki suatu perusahaan. Ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan dalam aspek manusia, yaitu :

1. Suatu perusahaan hendaknya memiliki staf khusus pengamanan sistem teknologi informasi. Kebanyakan perusahaan memiliki teknisi teknologi informasi yang diharapkan bisa melakukan sesuatu yang berkenaan dengan teknologi informasi. Padahal, ahli dalam bidang engembangan software beluum tentu paham tentang hardware dan jaringan komputer. Selain itu, sistem teknologi informasi bisa jadi sangat rumit sehingga tidak mungkin atu orang mengelola semua aspek yang terkait dengan sistem tersebut. Apabila keamanan merupakan hal yang kritikal bagi perusahaan, seyogyanya perusahaan memiliki staf yang terlatih dan ditugaskan khusus untuk mengawasi dan mengamankan sistem tersebut.

2. Tidak cukup bagi sebuah perusahaan untuuk mempekerjakan staf khusus sistem keamanan. Staf tersebut harus dibekali dengan pelatihan secara berkala dan berkelanjutan mengenai standar, teknologi, dan proses karena cepatnya perkembangan dalam dunia teknologi informasi. Pengetahuann dan keterampilan yang dimiliki dua-tiga bulan lalu bisa saja tidak sahih lagi sekarang.

3. Ketiga, dibutuhkan komitmen dari semua karyawan dalam perusahaaan untuk menjaga sistem keamanan teknologi informasi, seperti komitmen untuk mematuhi aturan mengenai penggunaan password dan adanya prosedur yang jelass dalam mengakses data. Contoh awam yang terjadi adalah ketika staf membuka attachment e-mail dari orang tak dikenal dan ternyata bervirus, atau seorang karyawan menggunakan password yang mudah ditebak dan bahkan memberitahukan passwordnya kepada rekan kerjanya tanpa menyadari potensi bahaya yang bisa timbul.

Proses merupakan komponen ketiga dari The Security Triangle. Pihak manajemen perusahaan sebaiknya memberikan perhatian cukup tingggi terhadap asspek keamanan proses bisnis serta keamanan data perusahaan. Ini antara lain mencakup identifikassi dan analisis resiko bisnis yang terkait dengan sistem teknologi informasi, pemantauan sistem secara kontinu, dan evaluasi sistem secara berkala guna memastikan keamanan sistem. Tentunya suatu perusahaan belum tentu membutuhkan atau mampu meneapkan semua cara pengamanan sistem. Sia-sia apabila kita menerapkan sistem yang mengggunakan teknologi mutakhir dan biaya sangat mahal kalau ternyata kebutuhan kita tak serumit itu dan fungsinya pun tidak optimum. Sebaliknya, tidak ada gunanya membeli sistem murah namun tidak dapat memberikan tingkat keamanan sistem yang diharapkan.

Perusahaan seyogyanya benar-benar mempertimbangkan bobot kebutuhan, manfaat serta biaya yang harus dikeluarkan untuk menjaga keamanan sistemnya. Perusahaan perlu menaksir aset serta kebutuhan bisnisnya, mengidentifikassi dan memprioritaskan resiko yang akan dihadapi dan memperkirakan nilai investasi yang harus dan mampu ditanamkan. Berdasarkan analisis tersebut, perusahaan kemudian membuat dan menerapkan sebuah rencana tindakan (action plan). Setelah itu, perusahaan sebaiknya tetap secara berkala melakukan audit untuk memastikan bahwa sistem tersebut masih cukup andal dan relevan untuk situasi terkini.

Dari penjelasan yang dibahas di atas, jelas bahwa keamanan sistem teknologi informai tidaklah sederhana. Namun, perusahaan tidak memilki banyak pilihan selain menerapkannya sesuai dengan kebutuhan. Resiko untuk tidak menerapkan pengamanan teknologi Informasi terlalu besar dan dapat membahayakanjalannya usaha perusahaan. Sayangnya, seperti yang telah dijelaskan di awal tulisan ini, bahwa siklus kejahatan teknologi informasi tampaknya akan trus berlangsung. Tidak satu pun perusahaan sistem komputer atau software yang seratus persen bisa menjamin keamanan sistem. Tidak ada pula perusahaan yang dapat benar-benar merasa aman dari virus, worm, atau gangguan lainnya seberapa pun canggihnya sistem keamanan yang mereka miliki. Rasa aman yang semu dapat menyebabkan perusahaan menjadi lengah. Hal ini semakin menekankan pentingnya setiap perusahaan untuk tetap waspada dan senantiasa memperhatiknan ketiga aspek keamanan sistem teknologi informasi. Dengan demikian, perusahaan dapat meminimalisasi resiko penetrasi virus, worm, ataupun ganggguan-gangguan sistem keamanan jenis lainnya demi kelangsungan usahanya.

Beberapa aspek keamanan komputer meliputi aspek-aspek berikut:

1. Authentication, yaitu agar penerima informasi dapat memastikan keaslian pesan tersebut datang dari orang yang dimintai informasi, dengan kata lain informasi tersebut benar-benar dari orang yang dikehendaki.

2. Integrity, yaitu keaslian pesan yang dikirim melalui sebuah jaringan dan dapat dipasstikan bahwa informasi yang dikirim tidak dimodifikassi oleh orang yang tidak berhak dalam perrjalanan informasi tersebut.

3. Nonrepudiation, yaitu hal yang bersangkutan dengan pengirim, pengirim tidak dapat mengelak bahwwa dialah yang mengirim informasi tersebut.

4. Authority, yaitu informasi yang berada pada sistem jaringan tidak dapat dimodifikasi oleh pihak yang tidak berrhak atas akses tersebut

5. Confidentiality, yaitu usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses (biasanya berhubungan dengan informasi yang diberikan ke pihak lain).

6. Privacy, yaitu lebih ke arah data-data yang sifatnya privat (pribadi).

7. Availability, yaitu aspek ketersediaan berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan.

8. Acces Control, aspek ini berhubungandenagn cara pengaturan akses kepada informasi. Biasanya berkaitan juga dengan masalah authentication dan privacy.

Baca selengkapnya......

Teknisi Komputer [Bag.1]


Pembahasan pada modul materi merakit dan troubleshooting komputer dibagi menjadi:

  1. Pengenalan komponen
  2. Perakitan, menjelaskan bagaimana merakit komputer
  3. Instalasi Operating System, menjelaskan dan mempraktekkan bagaimana cara menginstal Sistem Operasi Windows
  4. Instalasi Program Aplikasi, menjelaskan dan mempraktekkan bagaimana cara menginstal Sistem Operasi Windows
  5. Utilities & trouble shooting software, menjelaskan berbagai tools dan utility yang dipergunakan untuk mengoptimalkan kinerja sistem operasi dan kelengkapan kerja sehari-hari
  6. Maintenance System, menjelaskan bagaimana upaya dalam menjaga kinerja komputer dalam keadaan prima
  7. Backup & Recovery, menjelaskan bagaimana melakukan penyelamatan data sejak dini dan bagaimana cara untuk merecovery kembali setelah komputer mengalami gangguan
  8. Trouble Shooting, menjelaskan deteksi kesalahan dalam merakit komputer dan pemecahannya
  9. Maintenance hardware, menjelaskan beberapa gejala kerusakan umum komponen dan cara mengatasinya

DEFINISI

Teknik komputer (disebut juga teknik sistem komputer) adalah suatu disiplin khusus yang mengkombinasikan teknik elektro dan ilmu komputer. Seorang teknisi komputer adalah teknisi elektro arus lemah yang lebih berfokus pada sistem sirkuit digital, sistem komunikasi data pada frekuensi radio, dan elektronika sebagai bagian dari komputer secara menyeluruh. Dari kacamata ilmu komputer, seorang teknisi komputer adalah seorang arsitek perangkat lunak yang memiliki fokus pada interaksi antara perangkat lunak dan program serta komponen perangkat keras pendukungnya.

Teknik Elektro adalah ilmu teknik atau rekayasa yang mempelajari sifat-sifat elektron atau sifat-sifat kelistrikan yang kemudian diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

Ilmu komputer (Ilkom), atau dalam bahasa Inggrisnya disebut Computer Science (CS), secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software).

(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_komputer)

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah informasi menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.

Baca selengkapnya......

Teknisi Komputer [Bag.2]


Bagaimana Komputer Bekerja

Saat teknologi yang dipakai pada komputer digital sudah berganti secara dramatis sejak komputer pertama pada tahun 1940-an (lihat Sejarah perangkat keras menghitung untuk lebih banyak detail), komputer kebanyakan masih menggunakan arsitektur Von Neumann, yang diusulkan di awal 1940-an oleh John von Neumann.
Arsitektur Von Neumann menggambarkan komputer dengan empat bagian utama: Unit Aritmatika dan Logis (ALU), unit kontrol, memori, dan alat masukan dan hasil (secara kolektif dinamakan I/O). Bagian ini dihubungkan oleh berkas kawat, “bus”


Memori

Di sistem ini, memori adalah urutan byte yang dinomori (seperti “sel” atau “lubang burung dara”), masing-masing berisi sepotong kecil informasi. Informasi ini mungkin menjadi perintah untuk mengatakan pada komputer apa yang harus dilakukan. Sel mungkin berisi data yang diperlukan komputer untuk melakukan suatu perintah. Setiap slot mungkin berisi salah satu, dan apa yang sekarang menjadi data mungkin saja kemudian menjadi perintah.
Memori menyimpan berbagai bentuk informasi sebagai angka biner. Informasi yang belum berbentuk biner akan dipecahkan (encoded) dengan sejumlah instruksi yang mengubahnya menjadi sebuah angka atau urutan angka-angka. Sebagai contoh: Huruf F disimpan sebagai angka desimal 70 (atau angka biner 1000110) menggunakan salah satu metode pemecahan. Instruksi yang lebih kompleks bisa digunakan untuk menyimpan gambar, suara, video, dan berbagai macam informasi. Informasi yang bisa disimpan dalam satu sell dinamakan sebuah byte.
Secara umum, memori bisa ditulis kembali lebih jutaan kali - itu merupakan scratchpad daripada sebuah tablet batu.
Ukuran masing-masing sel, dan jumlah sel, berubah secara hebat dari komputer ke komputer, dan teknologi dulu biasa mebuat memori sudah berubah secara hebat - dari relay elektromekanik, ke tabung yang diisi dengan air raksa (dan kemudian pegas) di mana pulsa akustik terbentuk, sampai matriks magnet permanen, ke setiap transistor, ke sirkuit terpadu dengan jutaan transistor di atas satu chip silikon.


Pemrosesan
Unit Pemproses Pusat atau CPU ( central processing unit) berperanan untuk memproses arahan, melaksanakan pengiraan dan menguruskan laluan informasi menerusi system komputer. Unit atau peranti pemprosesan juga akan berkomunikasi dengan peranti input , output dan storan bagi melaksanakan arahan-arahan berkaitan.
Contoh sebuah CPU dalam kemasan Ball Grid Array (BGA) ditampilkan terbalik dengan menunjukan kaki-kakinya
Dalam arsitektur von Neumann yang asli, ia menjelaskan sebuah Unit Aritmatika dan Logika, dan sebuah Unit Kontrol. Dalam komputer-komputer modern, kedua unit ini terletak dalam satu sirkuit terpadu (IC - Integrated Circuit), yang biasanya disebut CPU (Central Processing Unit).

Unit Aritmatika dan Logika, atau Arithmetic Logic Unit (ALU), adalah alat yang melakukan pelaksanaan dasar seperti pelaksanaan aritmatika (tambahan, pengurangan, dan semacamnya), pelaksanaan logis (AND, OR, NOT), dan pelaksanaan perbandingan (misalnya, membandingkan isi sebanyak dua slot untuk kesetaraan). Pada unit inilah dilakukan “kerja” yang nyata.

Unit kontrol menyimpan perintah sekarang yang dilakukan oleh komputer, memerintahkan ALU untuk melaksanaan dan mendapat kembali informasi (dari memori) yang diperlukan untuk melaksanakan perintah itu, dan memindahkan kembali hasil ke lokasi memori yang sesuai. Sekali yang terjadi, unit kontrol pergi ke perintah berikutnya (biasanya ditempatkan di slot berikutnya, kecuali kalau perintah itu adalah perintah lompatan yang memberitahukan kepada komputer bahwa perintah berikutnya ditempatkan di lokasi lain).


Input dan Hasil

I/O membolehkan komputer mendapatkan informasi dari dunia luar, dan menaruh hasil kerjanya di sana, dapat berbentuk fisik (hardcopy) atau non fisik (softcopy). Ada berbagai macam alat I/O, dari yang akrab keyboard, monitor dan disk drive, ke yang lebih tidak biasa seperti webcam (kamera web, printer, scanner, dan sebagainya.
Yang dimiliki oleh semua alat masukan biasa ialah bahwa mereka meng-encode (mengubah) informasi dari suatu macam ke dalam data yang bisa diolah lebih lanjut oleh sistem komputer digital. Alat output, men-decode data ke dalam informasi yang bisa dimengerti oleh pemakai komputer. Dalam pengertian ini, sistem komputer digital adalah contoh sistem pengolah data.


Instruksi
Perintah yang dibicarakan di atas tidak adalah perintah kaya bahasa manusiawi. Komputer hanya mempunyai dalam jumlah terbatas perintah sederhana yang dirumuskan dengan baik. Perintah biasa yang dipahami kebanyakan komputer ialah “menyalin isi sel 123, dan tempat tiruan di sel 456″, “menambahkan isi sel 666 ke sel 042, dan tempat akibat di sel 013″, dan “jika isi sel 999 adalah 0, perintah berikutnya anda di sel 345″.
Instruksi diwakili dalam komputer sebagai nomor - kode untuk “menyalin” mungkin menjadi 001, misalnya. Suatu himpunan perintah khusus yang didukung oleh komputer tertentu diketahui sebagai bahasa mesin komputer. Dalam prakteknya, orang biasanya tidak menulis perintah untuk komputer secara langsung di bahasa mesin tetapi memakai bahasa pemrograman “tingkat tinggi” yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa mesin secara otomatis oleh program komputer khusus (interpreter dan kompiler). Beberapa bahasa pemrograman berhubungan erat dengan bahasa mesin, seperti assembler (bahasa tingkat rendah); di sisi lain, bahasa seperti Prolog didasarkan pada prinsip abstrak yang jauh dari detail pelaksanaan sebenarnya oleh mesin (bahasa tingkat tinggi)


Arsitektur
Komputer kontemporer menaruh ALU dan unit kontrol ke dalam satu sirkuit terpadu yang dikenal sebagai Central Processing Unit atau CPU. Biasanya, memori komputer ditempatkan di atas beberapa sirkuit terpadu yang kecil dekat CPU. Alat yang menempati sebagian besar ruangan dalam komputer adalah ancilliary sistem (misalnya, untuk menyediakan tenaga listrik) atau alat I/O.

Beberapa komputer yang lebih besar berbeda dari model di atas di satu hal utama - mereka mempunyai beberapa CPU dan unit kontrol yang bekerja secara bersamaan. Terlebih lagi, beberapa komputer, yang dipakai sebagian besar untuk maksud penelitian dan perkomputeran ilmiah, sudah berbeda secara signifikan dari model di atas, tetapi mereka sudah menemukan sedikit penggunaan komersial.

Fungsi dari komputer secara prinsip sebenarnya cukup sederhana. Komputer mencapai perintah dan data dari memorinya. Perintah dilakukan, hasil disimpan, dan perintah berikutnya dicapai. Ulang prosedur ini sampai komputer dimatikan.


Program
Program komputer adalah daftar besar perintah untuk dilakukan oleh komputer, barangkali dengan data di dalam tabel. Banyak program komputer berisi jutaan perintah, dan banyak dari perintah itu dilakukan berulang kali. Suatu [[Personal computer[PC]] modern yang umum (pada tahun 2003) bisa melakukan sekitar 2-3 milyar perintah dalam sedetik. Komputer tidak mendapat kemampuan luar biasa mereka lewat kemampuan untuk melakukan perintah kompleks. Tetapi, mereka melakukan jutaan perintah sederhana yang diatur oleh orang pandai, “programmer.” “Programmer Baik memperkembangkan set-set perintah untuk melakukan tugas biasa (misalnya, menggambar titik di layar) dan lalu membuat set-set perintah itu tersedia kepada programmer lain.” Dewasa ini, kebanyakan komputer kelihatannya melakukan beberapa program sekaligus. Ini biasanya diserahkan ke sebagai multitasking (Multitasking adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada sebuah metode dimana banyak pekerjaan atau dikenal juga sebagai proses diolah dengan menggunakan sumberdaya CPU yang sama. Dalam kasus sebuah komputer dengan prosesor tunggal, hanya satu instruksi yang dapat bekerja dalam satu waktu, berarti bahwa CPU tersebut secara aktif mengolah instruksi untuk satu pekerjaan tersebut. Multitasking memecahkan masalah ini dengan memjadwalkan pekerjaan mana yang dapat berjalan dalam satu waktu, dan kapan pekerjaan yang lain menunggu untuk diolah dapat dikerjakan. Kondisi mengalokasikan CPU dari pekerjaan satu ke pekerjaan yang lain disebut context switch. Ketika context switch terjadi dengan sangat cepat — kondisi ini cukup untuk memberikan ilusi pengolahan-paralel. Bahkan dalam komputer yang memiliki lebih dari satu CPU (disebut multi-prosesor), multitasking memperbolehkan lebih banyak pekerjaan dijalankan dibanding dengan jumlah CPU yang tersedia).

Pada kenyataannya, CPU melakukan perintah dari satu program, kemudian setelah beberapa saat, CPU beralih ke program kedua dan melakukan beberapa perintahnya. Jarak waktu yang kecil ini sering diserahkan ke sebagai irisan waktu (time-slice). Ini menimbulkan khayal program lipat ganda yang dilakukan secara bersamaan dengan memberikan waktu CPU di antara program. Ini mirip bagaimana film adalah rangkaian kilat saja masih membingkaikan. Sistem operasi adalah program yang biasanya menguasai kali ini membagikan

:

Baca selengkapnya......